Posts

- Orang dewasa yang telat cegah perundungan -

Image
MHD, siswa kelas 2 SD di Sukabumi, tewas dikeroyok empat kakak kelasnya. Di media massa, istri Bupati geram dengan kasus itu, berkomentar, "Miris sekali. Ternyata perundungan di sekolah masih ada," ucapnya. Miris sekali mengetahui orang dewasa baru tahu perundungan ada di sekolah. Padahal, kasus perundungan itu banyak terjadi di sekolah. Mulai dari SD sampai Universitas (Di TK/ PAUD mungkin tidak sebanyak tingkat lainnya, karena bu guru / bunda PAUD selalu memperhatikan anak-anak). Perundungan itu banyak terjadi tapi orang dewasa, seperti istri bupati, tahunya terlambat. Baru tahu setelah perundungan itu berdampak pada anak. Prestasi anak terjun bebas. Anak menarik diri. Babak belur. Atau, seperti yang dialami MHD, setelah anaknya meninggal. Padahal, kebanyakan perundunga tidak terjadi tiba-tiba melainkan berproses. Seorang korban tidak tiba-tiba dipukul babak belur tapi mungkin dikata-katai dulu, disenggol, diancam, dipukul ringan-ringan, dll. Kemudian bertahap, bereskalasi,...

- Cegah perundungan tak bisa omong-omong doang -

Image
Jangan-jangan tugas mencegah perundungan menjadi beban para guru di sekolah. Jangan-jangan, karena tugas utama kan nilai siswa-siswanya. Kalau siswa-siswa bagus nilanya, lanjut ke sekolah-sekolah favorit, maka berhasillah proses pendidikannya. Dengan begitu, hal-hal lain selain nilai bolehlah dikesampingkan.  Kan , pada akhirnya hanya nilai siswa yang dijadikan patokan keberhasilan. Yang lain-lain itu sebatas asal tidak buruk-buruk amat atau memalukan, seperti jadi ramai diberitakan. Kasus perundungan termasuk di sini. Asal tidak ada menjadi pemberitaan ramai, ya sudahlah. Ada siswa dihina-hina siswa lain, ya sudahlah, namanya juga anak-anak. Ada siswa digebukin, ya asal tidak luka-luka, damai saja. Ada siswa dipaksa traktir siswa lain, ya tidak apa-apa, asal bayar SPP lancar. Ada orang tua protes anaknya di- bully , ya sudah damai saja atau diamkan, nanti juga reda. Tidak perlu dipusingkan karena tidak masuk dalam indikator penilaian. Kalau begini caranya, kasus perund...

- Cegah Dini Perundungan -

Image
  Kasus perundungan yang ramai diberitakan hanya puncak gunung es. Kasus sesungguhnya jauh lebih banyak. Kasusnya juga tidak terjadi  ujug-ujug . Bukan segmen tiba-tiba hadir tanpa rangkaian segmen sebelumnya. Sulit dibayangkan seorang siswa tiba-tiba dipalak, dipojokkan, atau dipukul siswa lain. Pasti ada proses interaksi yang mendahuluinya. Sayangnya, komunitas sekolah tidak menangkapnya. Awalnya siswa saling berinteraksi biasa, berdinamika, yang kemudian menghasilkan peta kuasa tertentu. Sejumlah siswa menjadi lebih berkuasa dibandingkan siswa lain. Mereka itu yang berpotensi mem- bully  yang lain. Semua pihak ingin mencegah tapi  bekerja seperti pemadam kebakaran, baru bergerak setelah kasus menguak ke permukaan atau diketahui publik luas. Padahal, kalau relasi kuasa sudah terbentuk, perundungan tinggal menunggu waktu. Sulit mencegahnya dengan edukasi. Siswa dikumpulkan, diajari tentang apa itu  bully , dampak, ancaman hukuman pada pelaku, dan lain-l...